Sabtu, 22 Maret 2014

Penampakan Nenek-Nenek di Kontrakan Berhantu


Saya punya banyak cerita tentang kejadian nyata seputar mahluk halus/jin di mana tempat saya tinggal sejak kecil. Begini ceritanya ...

Di tempat saya tinggal, disana banyak sekali tempat kontrakan yang disewakan oleh pemiliknya yang asli pribumi (Betawi/Jakarta). Disana ada sebuah kontrakan yang dibilang sangat seram dimana para penghuninya sering diganggu oleh sebuah penampakan.

Suatu ketika waktu itu jam 7 malam selepas adzan isya, Rizal (penyewa kontrakan) melaksanakan shalat isya. Rizal melakukan shalat dengan khusyuk-nya. Setelah tahiyatul akhir dan memberi salam Rizal pun kaget sekaget-kagetnya.

Didepannya di ujung sajadahnya terlihat seorang nenek-nenek yang sedang duduk melihatnya dengan senyuman yang manis tetapi mukanya terlihat sangat pucat sekali. Rizal pun terpaku kepada sosok nenek-nenek yang ada dihadapannya dan Rizal tak dapat bergerak sedikit pun, apa lagi mengeluarkan kata-kata (Rizal berniat memanggil istrinya yang berada di ruang tamu dan Rizal hanya bisa beristighfar dalam hati).

Selama kurang lebih satu menit nenek-nenek itu pun hilang dan Rizal pun baru bisa bergerak. Ia pun langsung menceritakan kejadian yang di alaminya kepada istrinya. Istrinya pun berkata "Mungkin itu nenek kamu, kamu sudah mengirimkan doa untuknya. Ini kan malam Jumat, coba kamu kirimkan surat yasin untuk beliau".

Rizal pun berkata "Dia tak seperti nenek aku sayang, tapi aku juga lupa mengirimnya doa. Baiklah, mungkin nenek aku ingin aku mendoakannya dengan membaca surat yasin" (akhirnya dia pun membacakan surat yasin untuk neneknya. Istrinya sedang haid/datangbulan, jadi tidak bisa menemani suaminya membaca surat yasin).

Istrinya pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, cuci muka dan gosok gigi, lalu memakai pelembab sebelum tidur sambil berhadapan dengan cermin (cermin yang nampak mukanya saja terpasang di dinding ruang tamu). Sambil menoleh ke cermin dan lagi asik memoles-moles mukanya, betapa terkejutnya sang istri, yang berada dicermin bukanlah wajahnya tapi wajah seorang nenek-nenek dengan tatapan sangat tajam memandang matanya.

Pelembab pun jatuh karena kagetnya. Sambil mengucapkan "istighfar" wajah nenek dicermin itu hilang dan suaminya pun datang menanyakan kepada istrinya tentang apa yang terjadi. Istrinya pun terasa lemas setelah mengalami kejadian itu dan duduk di sofa dan menceritakan kepada suaminya. Ternyata penampakan nenek itu, sama seperti yang dialami oleh suaminya.

Kejadian ini terjadi berulang kali selama Rizal dan istrinya tinggal di kontrakan itu, dan menurut Rizal dan istrinya setiap sehabis adzan shubuh sering muncul suara orang menyapu mengunakan sapu lidi di samping kiri kontrakan itu (disana ada tanah kosong juga pohon kelapa kecil. Rizal tak berani melihatnya).

Didepan kontrakan ada jalan keluar masuk kampung dan ada juga gardu listrik JASA MARGA (dimana tempat mahluk halus berkumpul/bekas korban pembuatan dan kecelakaan jalan TOL). Atas kemauan istrinya, Rizal pun pindah dari kontrakan itu dan hanya menempatinya sekitar satu bulan. Anehnya, setiap ada yang mengontrak pasti mengalami kejadian serupa, dan akhirnya kontrakan itu dijual dan dibongkar lalu dibangun oleh pemilik yang baru.

Diketawain Kuntilanak Penghuni Pohon Angker


Hai all, gw Jimmy (30 tahun) dan ini pengalaman pertama gw digangguin mahluk halus.

Kejadian ini gw alami tepat 1 Minggu yang lalu (cerita dikirim pada tanggal 26 Januari 2012 21:33), tepatnya malam Jum`at tanggal 19 Jan 2012 sekitar jam 18:30. Saat itu gw sama 3 orang teman pulang kerja agak terlambat karena ada kerjaan tambahan. Pulang kerja kami tidak langsung pulang, malah nongkrong di danau buatan (agak jauh dari tempat kerjaan gw) sambil merokok dan nyantai.

Tiba-tiba salah satu teman gw nunjuk ke pohon dan bilang "Eh, itu ada kuntilanak". Gak lama berselang gw denger ketawa khas kuntilanak 1 kali, tapi gw ga liat kuntilanaknya. Jarak antara gw sama pohon yang dimaksud ga terlalu jauh, sekitar 100 meter. Dua orang teman gw yang lain ngeliat penampakannya, trus langsung nunjuk ke atas dan teriak "Kuntilanaknya terbang kesini". Trus kedengeran lagi suara kuntilanak ketawa dibelakang gw.

Gw saat itu bingung, apa gw harus berani atau takut karena ada 1 orang teman gw dengan beraninya nantangin dan teriak-teriak "Sialan lu ngetawain gw, awas lu". Berhubung 2 orang teman kabur kearah keramaian, gw jadi ikut mengamankan diri. Sedangkan teman gw yang tadi marah2 masih di TKP. Agak lama baru dia dateng dan bilang kalau kuntilanak itu emang tinggal dipohon yang dimaksud.

Gw sebenernya meyakini bahwa jin hidup berdampingan dengan kita, dan gak seharusnya kita takut. Gw yakin mereka juga sama seperti manusia; ada yang jahil dan ada yang tidak, (mungkin) ada yang penakut dan ada juga yang nggak (bener apa nggaknya, gw juga ga tau).

Kalo siang hari gw ke TKP, suasananya nyaman2 aja dan banyak orang yang nongkrong. Tapi memang pohon tempat tinggal kuntilanak itu agak suram bin seram. Gw nyesel, kenapa saat kejadian gw ga inget sama sekali untuk membaca ayat-ayat Alqur`an padahal gw yakin banget bahwa Allah SWT akan melindungi hambanya yang selalu mengingat-NYA.

Cerita Seram Saat Datang Cepat ke Sekolah

Hi.. perkenalkan nama saya Dewi Hestia, mau berbagi cerita seram tapi kejadiannya udah agak lama sekitar 2 tahun lalu waktu saya masih kelas XII SMP.

Pagi itu saya berangkat ke sekolah agak cepat sekitar pukul 6:15 karena banyak tugas yang belum kelar, bukan PR tapi semacam proposal karena saya salah satu pengurus OSIS. Saat tiba di sekolah suasananya masih sangat sepi, belum ada anak-anak yang datang. Pagi itu pun cuacanya mendung dan gerimis, saya pun bergegas menuju kelas, dan dari kejauhan saya melihat siswa perempuan lagi duduk2 di taman samping kelas. Dalam hati "Yes.. ada kawan datang cepat juga :D "

"Eh.. kamu Dinda, cepat juga yah datangnya" sapaku.
"Ia Wik dah biasa pun", sambil senyum terpaksa.
"Ngapain duduk disini kan gerimis, yuk Din ke kelas".
"Jangan Wik, jangan masuk ke kelas dulu, tunggu anak2 ramai datang", Dinda berusaha mencegatku dan mukanya kelihatan pucat, kaki tangannya pun gemetaran gitu.
"Memang kenapa Din?" tanyaku.
"Gpp Wik, tadi pas aku masuk kelas kayak ada sesuatu gitu, sebaiknya kamu jangan masuk dulu sendiri".
"Oh.. baiklah, tapi aku masukin tas dulu ya. Nanti aku kesini lagi".

Tiba di kelas saya agak sedikit kaget karena semua meja dan kursi pada berantakan bahkan di pojok belakang ada meja yang dinaikan ke meja lain tapi modelnya kedua sisi meja tersebut yang berhimpitan. "Gila ne kelas, siapa sih anak2 yang iseng ginian" pikirku dalam hati. Tapi sepertinya semalam pas pulang sekolah baik2 aja deh dan ni kelas dikunci sama penjaga sekolah.

Saya pun cuek aja, sambil membenarkan meja dan kursi saya yang juga ikut berantakan soalnya saya harus menyelesaikan proposal dana untuk perayaan Maulid di sekolah, Dinda pun saya abaikan. Asik-asiknya menulis tiba-tiba aja suasana di kelas terasa aneh, kadang tercium aroma daun pandan dan wewangian yang begitu menyengat, saya pun masih tetap cuek dan biasa aja.

Namun tiba-tiba dari belakang terdengar suara meja digeser dan itu terjadi sangat keras dan cepat. Pas saya menoleh kebelakang tidak ada apa2, tidak ada orang, dan meja kursi pun masih diposisi semula. Saya pun agak takut juga jadinya dan bergegas ke luar kelas menjumpai Dinda.

"Din, maksud kamu tadi melihat sesuatu itu apa sih, ga ada apa2 kok. Yok temani aku dikelas, banyak tugas nih" saya mencoba tetap tenang dan tidak menceritakan ke Dinda apa yang barusan saya alami. "Jangan dulu Wik, nanti aja tunggu anak2 ramai. Tadi pas aku masuk kelas sendiri, saya melihat meja dan kursi melayang-layang gitu, saya mencoba teriak dan berlari dari situ tapi ga bisa. Agak lama tadi saya ketakutan di kelas sendiri". Dinda memang sering ngalami hal2 aneh di sekolah dan dia sangat sering kesurupan. "Ohh.. jadi kelas berantakan tadi apa karena.." jawabku dalam hati.

Sekitar 20 menit kemudian suasana sekolah sudah agak ramai dan terlihat cuma Candra dan Firman teman sekelas kami yang baru datang. "Din, yuk masuk kelas. Tuh Candra dan Firman dah datang, gerimis nih". Akhirnya Dinda pun setuju dan barengan masuk ke kelas. Namun tiba-tiba belum sempat Dinda meletakkan tasnya dia terlihat bersikap aneh, seperti orang ketakutan karena melihat sesuatu yang mengerikan gitu. Mukanya pucat, matanya agak melotot dan sambil berjalan mundur menuju pintu kelas.

"Din kamu kenapa?" tanyaku.
"Ayo keluar, tolong bawa keluar aku dari sini".
"Kenapa Din, kamu liat apa?" tanyaku. Firman dan Candra kelihatan heran.
"Wik.. tolong pegang tanganku, aku mau jatuh ga kuat berdiri nih. Ayok kita keluar dari sini" pinta Dinda.
Dia pun terlihat pucat dan lemas sekali. Aku pun bergegas memegang tangan Dinda dan Candra pun aku minta bantu. Namun sikap Dinda makin aneh, dia berteriak-teriak gitu dan tangannya sangat dingin.

"Firman.. jangan disitu..!! dia ada disebelahmu, perempuan itu ada disebelahmu" teriak Dinda. Sontak Firman yang lagi duduk santai di pojok kelas terlihat ketakutan. Dinda pun makin menjadi-jadi dia berteriak ga karu2an gitu dan akhirnya pingsan. Kami bertiga pun kebingungan dan karena takut juga kami putuskan membawa Dinda ke rumah penjaga sekolah karena kantor guru belum buka, masih terlalu pagi.

Setelah Dinda siuman dan keadaan normal kembali, Firman bertanya apa yang dialami Dinda tadi. Cerita Dindapun membuat bulu kuduk ku berdiri, dia mengatakan pas didalam kelas tadi dia melihat seorang wanita yang berpakaian putih, rambutnya panjang dan agak acak2kan gitu, makhluk itu duduk diatas meja pojok belakang tepat di dekat Firman tadi.

Dinda juga mengatakan ketika makhluk itu berdiri dan hendak mendatanginya, bentuknya seram sekali seperti kuntilanak tapi berbadan besar bahkan makhluk tersebut sedikit menunduk ketika hendak mendekatinya dan pundak dari makhluk itu menyentuh langit-langit kelas kami.

Saya pun benar2 ketakutan ketika membayangkan apa yang diceritakan Dinda dengan hal2 aneh yang saya alami dikelas tadi.

Jembatan Berdarah !!!


Kali ini saya akan menceritakan tentang sebuah daerah di Gresik,Jawa Timur. Tentang sebuah mistik yang dulu sempat membuat warga di daerah saya menjadi paranoid. Silahkan membaca ya.

Saya lahir di sebuah rumah sakit swasta di kota Solo yang sebagian orang menyebutnya dengan kota Surakarta, Jawa Tengah. Ayah saya bekerja di salah satu pabrik besar di kota Gresik, jadi mau tak mau kami sekeluarga pindah di Gresik. Ketika pindah umur saya baru menginjak 7 tahun.

Jalan menuju perumahan kami ada 2, yang pertama melewati pemakaman Sunan Giri (apabila lewat jalan ini, jarak menjadi lebih jauh/memutar) sedangkan jalan kedua melewati sebuah jembatan yang menyebrangi jalan TOL Surabaya-Lamongan. Akan tetapi pada waktu itu, tidak ada satupun orang yang berani melewati jalan ini ketika malam hari karena orang yang melewati jembatan ini selalu dirampok dan dibunuh dengan cara mutilasi. Karena reputasi jembatan itulah orang-orang memilih jalan memutar daripada kehilangan nyawa.

Namun lambat laun perampok yang sering merampok dan memutilasi korbannya ini tidak lagi beroperasi (entah sudah ditangkap polisi atau sudah dipanggil Ilahi, tidak ada yang tahu) maka orang-orang sudah mulai berani melewati jalan ini.

Jalan yang sudah sepenuhnya aman dari rampok sadis ternyata tetap tidak aman. Setidaknya dari makhluk halus. Sudah banyak cerita tentang makhluk halus disana. Wujudnya bukan berupa genderuwo, pocong, kuntilanak maupun suster ngesot tapi berwujud potongan tubuh manusia seperti kepala menggelinding, tangan yang sedang menyebrang jalan, kaki yang berjalan sendiri, dsb..

Salah satu kakaknya temanku pernah mengalaminya.. Sebut saja dengan si A..

Ketika itu malam Minggu. Si A bersiap pergi ke rumah pacarnya yang kebetulan berada di desa di seberang jembatan itu. Ketika berangkat, si A tidak mengalami kejadian aneh karena melewati jalan yang memutar. Semua berjalan normal. Namun hal berbeda terjadi ketika si A pulang kembali ke rumah..

Karena malam begitu larut ditambah si A yang tiba-tiba sakit perut maka si A memutuskan untuk melewati jembatan tersebut. Padahal si A telah diingatkan oleh pacarnya agar jangan lewat jembatan itu tapi karena perut yang susah diajak kompromi maka dengan modal "Bismillah" si A pulang.

Sesampainya di atas jembatan, si A berhenti. Bukan karena mogok, kehabisan bensin, dihadang preman atau apa, si A berhenti karena dihadang tangan yang berjalan. Tangan tersebut berjumlah 6 yang sedang berjalan "ngesot" menuju ke seberang jalan..

Mungkin karena perut si A sudah terlanjur mulas, tanpa pikir panjang diraihnya tangan yang berjalan itu dan diseberangkan ke seberang jalan. Setelah itu si A pulang.

Untungnya sekarang ini jembatan tersebut telah ramai dilalui orang dan tidak ada keganjilan lagi. Semoga..

JENIS-JENIS HANTU












KOLEKSI CERITA SERAM

Korang mesti tak pernah dengar cerita hantu dari Russia kan.. Entah la.. aku bukan tak nak cerita, masalahnya aku tak nak ambil tahu pun. Yelah. Dulu kat bilik lama aku selalu duduk kat dalam bilik sorang-sorang. Nanti tak pasal-pasal je.. Apa-apa pun ni cerita yang dialami sendiri oleh kawan aku. Budak Malaysia gak.
Kawan aku ni dia ada awek kat Malaysia. Jadi ada kalanya mestilah nak Skype dan berwebcam bagai untuk melepaskan rindu. Biasalah tu kan, long distance relationship macam tu la. Tak tau dah berapa lama diorang couple, tapi aku rasa maklumat tu takde kaitan la dengan cerita hantu ni.
Dia ni selalu bangun awal pagi untuk chatting dengan awek dia. Tak pasti awal macam mana, sebab aku tak sempat lagi interview mangsa. Cuma dengar cerita ni daripada mulut ke mulut je. Diceritakan satu hari tu dia bangun awal macam biasa untuk chatting dengan kekasih hati dia. Kawan-kawan sebilik semua dah tidur. Maka duduklah dia seperti biasa kat meja, chatting sambil buka webcam.
Hari tu sejuk dia lain sikit. Tinggal kat hostel ni, kalau duduk kat floor yang lagi tinggi, kesejukan tu makin kurang terasa. Tak taulah kenapa malam tu sejuk dia memang lain macam sikit walaupun bilik dia kat tingkat 15. Rasa macam ada angin tiup je.. perlahan. Dingin. Kadang-kadang kalau angin kuat sikit rasa macam ada orang je tiup kat tepi tengkuk. ishh.. Tapi kawan aku ni relax je. Dah bermalam-malam kot dia online waktu-waktu ni, jadi benda macam ni dah boleh kata biasa pada dia bak kata orang dah jadi alah bisa tegal biasa. Untuk menghilangkan sikit kesejukan malam, dia bancuh Nescafe 3-in-1. Waktu sejuk ni memang best dapat minum air panas.
Lepas bancuh Nescafe, dia terpandang kat tingkap. Tingkap takde langsir jadi memang boleh nampak hutan belakang yang besar dan paya. Belakang hostel ni ada paya, tapi air dia kotor sangat. Kalau tengok dalam Google maps pun boleh nampak paya tu. Bila datang musim sejuk paya tu beku, tapi awal-awal ni belum beku sepenuhnya. Bahaya kalau main-main atas paya yang tak cukup beku ni.. Malam tu bulan mengambang penuh. Jadi memang terang semacam je hutan belakang tu. Baru kawan aku perasan tingkap tu tak tutup rapat. Patut la sejuk je..
Dia duduk menghadap laptop Acer tu balik. Webcam terbuka dari tadi. Jadi si awek nampak la apa yang berlaku kat sini. Mereka sambung chatting. Lampu ditutup, barulah ada feel sikit kan. Tengah chatting sekali si awek
bukak baju
tanya:
“Eh kawan you pun tak tidur lagi eh?”
“Mana ada, semua dah tidur la..”
“Tapi ada je I nampak orang lalu lalang belakang you”
“….”
Bila ditanya balik, sepanjang mereka chatting sebelum tu memang si awek nampak kelibat orang belakang kawan aku tu. Tapi tak nampak siapa sebab gelap kan. Ingatkan kawan sebilik yang tak tidur lagi padahal dah lama diorang tidur. ish..
Ingat ye, ni kisah benar first hand daripada orang yang kena. Pada aku, memang seram la sebab dalam hostel ni je. Pada korang, mungkin tak.

Misteri Kemayan City Di Johor Bahru

 

Kisah kali ini adalah di kawasan Johor Bharu. Orang Johor Bharu terutama yang di sebelah Tampoi, Skudai, Kulai dan sebagainya tentunya mengenali Kemayan City. Kemayan City adalah sebuah kompleks yang terbengkalai mangsa kegawatan ekonomi tahun 1998. Ia dikenali ramai kerana gahnya semasa pelancarannya dahulu juga jalan Overheadnya yang menjadi tempat U-turn ke Skudai atau Tampoi. Tak taulah status jalan tersebut samada diiktiraf atau tidak tetapi memang jem di situ terutama semasa waktu petang.


Tetapi kini Kemayan City menjadi tempat yang misteri dan dipercayai menjadi port Mat gian. Namun ada juga yang mengatakan Kemayan City berhantu terutama oleh warga Singapura seperti yang diceritakan oleh Ustaz JAIJ, Ustaz Hanafiah Abdul Razak.

JOHOR BAHRU: Mall berpuaka! Itulah gelaran diberi kepada kompleks beli-belah terbengkalai Kemayan City di Tampoi apabila beberapa keluarga rakyat Singapura terjebak membeli-belah di situ sebelum pulang ke negara asal mereka dengan membawa daun kering atau barangan dibeli lenyap begitu saja.

Cerita pelik dan menyeramkan berkaitan aktiviti paranormal di kompleks Kemayan City bukan lagi asing di kalangan masyarakat bandar raya ini, malah misteri alam ghaib di pusat beli-belah terbengkalai lebih 10 tahun lalu itu menjadi buah mulut penduduk Singapura.

Bagaikan badi kepada warga Singapura, cerita menggerunkan di Kemayan City dikatakan popular kalangan warga republik berkenaan yang mendakwa mengalami peristiwa dianggap susah diterima akal seperti berbelanja dan makan di pusat beli-belah yang sebenarnya tidak pernah beroperasi selepas projek itu terhenti pada 1998.

Kejadian menyeramkan di pusat beli-belah berkenaan pernah dialami sekeluarga rakyat Singapura dari kawasan perumahan di Woodland pada Jun tahun lalu.

Semuanya bermula apabila keluarga terbabit dikatakan mengunjungi pusat beli-belah terbengkalai terletak di tepi Jalan Johor Bahru-Air Hitam pada satu malam, ketika mereka dalam perjalanan pulang menghadiri majlis kenduri kahwin saudara di Melaka.

Sebaik tiba di Kilometer 13 Jalan Johor Bahru-Air Hitam menghala pusat bandar raya kira-kira jam 9 malam, keluarga terbabit tertarik ke arah bangunan di sebelah kiri jalan berkenaan yang bergemerlapan dengan lampu aneka warna dan meriah dengan kunjungan orang ramai.

Tarikan itu menyebabkan keluarga terbabit membuat keputusan singgah dan mendapati kemeriahan itu adalah majlis pembukaan pusat beli-belah yang diadakan secara besar-besaran.

Menyangkakan Kemayan City dipulih dan memulakan operasinya, keluarga berkenaan tidak melepaskan peluang singgah memandangkan malam masih awal.

Selepas berada lebih setengah jam di situ, keluarga berkenaan beredar kerana mempunyai satu lagi destinasi yang perlu singgah sebelum balik ke Singapura.

Mereka menuju rumah saudara di Kampung Pasir yang terletak tidak jauh dari pusat beli-belah berkenaan.

Ketika berada di rumah saudara, seorang ahli keluarga terbabit bercerita mengenai kehebatan majlis pembukaan Kemayan City ketika singgah di situ.

Sungguh mengejutkan apabila keluarga malang itu mendapat berita daripada saudara mereka bahawa bangunan yang didakwa beroperasi sebenarnya masih terbengkalai sehingga kini, bahkan semakin usang.

Pengalaman yang ditempuhi keluarga terbabit diceritakan sendiri mangsa kepada pegawai di Unit Falaq Syarie Jabatan Mufti Johor, Hanafiah Abdul Razak.

Menurut Hanafiah, beliau dihampiri mangsa ketika menyampaikan kuliah agama bulanan di kawasan perumahan berkenaan, beberapa hari selepas kejadian menyeramkan itu.

“Lelaki itu sering mengikuti kuliah agama saya dan pada satu hari dia bertanyakan kepada saya apakah yang berlaku di Kemayan City kerana ada ahli keluarganya mendakwa berbelanja di pusat beli-belah itu.

“Namun, semua barangan dibeli itu termasuk pakaian, didapati hilang sebaik mereka tiba di rumah dan keadaan itu menimbulkan gangguan emosi kepada keluarga berkenaan selepas melalui detik dianggap pelik dan menyeramkan itu,” katanya. Menurut Hanafiah, beliau turut pernah diajukan soalan yang meminta penjelasan berhubung alam ghaib oleh orang ramai yang mengikuti kuliah agamanya di negara republik itu, terutama berkaitan kejadian aneh di Kemayan City.

“Dari segi pandangan Islam, kejadian dialami segelintir pihak di bangunan terbengkalai itu angkara syaitan yang sentiasa mencari jalan untuk memperdaya dan menyesatkan umat Nabi Adam.

“Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menerangkan beberapa jenis syaitan termasuk bernama Zalanbur berkeliaran di bandar untuk melalai dan melekakan manusia termasuk mendalangi kejadian individu yang pernah tersesat ke bangunan terbengkalai Kemayan City itu” katanya. Katanya, dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad ada menerangkan bahawa rumah atau bangunan yang dibiarkan kosong dan kotor untuk satu tempoh lama akan menjadi kediaman syaitan kerana lumrah makhluk yang dilaknat Allah itu menyukai benda kotor dan busuk.

“Namun, umat manusia amat bertuah kerana dikurniakan hadiah yang tidak ternilai oleh Allah iaitu al-Quran mengandungi ayat yang boleh dijadikan pendinding dari diganggu mahkluk halus seperti jin dan syaitan iaitu ayat Kursi” katanya.